Senin, 01 September 2008

Sahabat


Ku bukan super star

Yang kaya dan terkenal

Ku bukan saudagar

Yang punya banyak kapal


Kamu bukan super

Kamu bukan star

Kalo digabungin, kamu bukan superstar


(he.he.he. syair selanjutnya silahkan simak di tv selepas tarawih dan sahur)

selamat berpuasa..!!

Sabtu, 16 Agustus 2008

Dirgahayu Negeriku ke 63 tahun

Indonesia ...
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu

Indonesia ...
debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu
kebyar-kebyar, pelangi jingga

biarpun bumi bergoncang
kau tetap Indonesiaku
andaikan matahari terbit dari barat
kaupun tetap Indonesiaku
tak sebilah pedang yang tajam
dapat palingkan daku darimu

kusingsingkan lengan
rawe-rawe rantas
malang-malang tuntas
denganmu ...

Indonesia ...
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu

Indonesia ...
debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu
kebyar-kebyar, pelangi jingga

Indonesia ...
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu

Indonesia ...
nada laguku, symphoni perteguh
selaras dengan symphonimu

Jumat, 01 Agustus 2008

Semangat..!!!


Dunia....

Benar dunia...

Yang harus dipilih untuk mencari alasan

Telah terbentang luas di depan mata

Jika mimpi tiada akhir adalah pemandu kalian

Maka lampauilah...

Di bawah kibaran bendera tekad membara..!!

Sabtu, 12 Juli 2008

Hari Lingkungan Hidup 2008







Tanggal 12 Juli 2008 kemarin, tim PATRAPALA ikut memeriahkan kegiatan penanaman 3500 buah bibit mangrove di kelurahan Kutawaru-Cilacap. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pemkab Cilacap, Internal UP-IV, Patrapala, Pramuka, dan masyarakat setempat. Alhamdulillah acara ini sukses.


Salam Patrapala

D I K by WALI


Dik, aku pinta kau akan s’lalu setia
Dik, aku mohon kau s’lalu menemani
Saat ku tengah terluka
Kala ku tengah gundah

Ku akan menjagamu
Di bangun dan tidurmu
Di semua mimpi dan nyatamu

Ku akan menjagamu
Tuk hidup dan matiku
Tak ingin, tak ingin kau rapuh

Dik, jangan engkau pergi tinggalkan aku oh…
Dik, ingin aku cinta dan cinta s’lalu
Saat kau tengah terluka
Kala kau tengah gundah

Kau akan menjagaku
Di bangun dan tidurku
Di semua mimpi dan nyataku

Kau akan menjagaku
Tuk hidup dan matiku
Tak ingin, tak ingin kau rapuh

Sabtu, 05 Juli 2008

Jejak langkah IV: Puncak Lawu


Akhirnya, tim ekspedisi Patrapala sukses mewujudkan harapan untuk mencapai puncak gn. Lawu (+3265 dpl) pada tanggal 29 Juni 2008 kemarin. Namun demikian, pendakian ini bukanlah tanpa halangan. Dengan jumlah total peserta 32 orang, dengan meniti jalur dari cemoro sewu yang relative amat menanjak, menyebabkan rombongan Patrapala sempat terpisah menjadi 3 kelompok yang berjauhan, padahal sarana komunikasi radio yang dimiliki hanya 2 buah masing-masing untuk rombongan yang paling depan dan yang paling belakang.

Jalur pendakian dari cemoro sewu ini relative tertata dengan susunan batu yang menyurusi tebing-tebing tegak yang membentuk susunan anak-anak tangga yang eksotik. Dan beberapa bagiannya telah dilengkapi hand rail yang terbuat dari pipa galvanize.

DINGIN BANGET!
Memasuki pos ke 3, ketika itu waktu telah larut malam, sekitar pukul 02.30 WIB, hawa dingin mulai terasa menusuk tulang. Dari informasi seminggu sebelumnya suhu dapat mencapai minus 2 derajat. Terlihat api unggun telah dinyalakan ditengah ruangan pos 3 itu, asapnya memenuhi ruangan pos yang ukurannya sekitar 2x3 meter beratap seng namun berdinding separuh itu.

Karena suhu udara yang teramat dingin, dan terasa semakin menusuk tulang kalau digunakan untuk duduk istirahat, maka sebanyak 21 orang yang fisiknya masih kuat memutuskan untuk melanjutkan pendakian terlebih dahulu, tim ini yang kemudian dapat mencapai puncak Argo Dumilah pada pagi hari sekitar jam 06.00 WIB. Tim yang tersisa melanjutkan pendakian ketika waktu menjelang subuh dan dapat mencapai puncak argo dalem sekitar pukul 09.00 WIB. Spanduk Pertamina Always There terbentang dengan latar belakang puncak Argo Dumilah.Walaupun puncak Argo Dumilah telah terlihat mata, namun karena waktu telah siang, dan kondisi fisik yang lelah maka tim ini memutuskan langsung turun melalui jalur Cemoro Kandang.

KAPOK LOMBOK
Jalur cemoro kandang relative datar, namun track ini berputar putar menuruni lereng bukit yang terjal, sehingga track ini terasa amat panjang dan membosankan. Ketika kondisi fisik yang amat lelah, wajar hati kecil seakan berkata “kapok deh!”, namun demikian tidak ada pilihan, there is no point to return, perjalanan harus tetap dilanjutkan dalam kondisi apapun. Jam 16.30 tim telah mencapai pos Cemoro Kandang. Terlihat tim patrapala yang telah datang terlebih dahulu di pos cemara kandang itu telah duduk dan rebahan di rerumputan menunggu kami.

Ekspedisi ini telah usai, dan dapat dikatakan sukses karena semua anggotanya telah berhasil mencapai puncak lawu dan kembali pos cemoro kandang dengan sehat wal afiat. Banyak hal yang dapat diceritakan. Tentulah ini merupakan kenangan yang tak terlupakan, apalagi bagi bang Aji SIK yang mengajak istri (eva) dan anak (aga), bang Agus dan anak (rian dan firman), bang Ristanto Heru dan anak (dika), bang Anggrono dan anak (hans) dan tentu saja saya juga yang ngajak istri dan 3 ponakan. Wah … asyik deh!. Mendaki lagi….. ok deh!. Tuh kan saya bilang apa….KAPOK LOMBOK! Ha...ha.

Minggu, 22 Juni 2008

Sebelum Cahaya (by Letto)


Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta

Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Ingatkah engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta