Sabtu, 06 November 2010

EKSPEDISI RINJANI 15-24 OKTOBER 2010





Expedisi Rinjani 2010 oleh Patrapala sebenarnya telah direcanakan sejak Juni 2009 dengan target sampai puncak Gunung Rinjani (3.726 m dpl) pada tanggal 17 Agustus 2010, tetapi karena pada Juli – Agustus 2010 ada kegiatan TA Kilang II serta Puasa Ramadhan, maka setelah melalui koordinasi, korespodensi dan survey data lokasi Gn. Rinjani, maka Patrapala berkesimpulan siap untuk melakukan Expedisi Rinjani 2010 dengan target di puncak pada tanggal 20.10.2010.
Team Expedisi beranggotakan 7 orang anggota PATRAPALA yang terdiri dari :
1. Yuliusman – MPS
2. Ristanto Heru – Security
3. Suparno Dansus – LOC II
4. Anggrono – RPO
5. Hans – Mahasiswa (anak Anggrono)
6. Eko Priyono – LS IT
7. Dadek – Mitra Pertamina.
Pada tanggal 14 Oktober 2010, Team Patrapala beraudiensi dengan Manager General Affairs dan Manager Production I selaku Ketua BAPOR RU IV, dengan maksud untuk mohon dukungan moril tentang kelancaran pelaksanaan dan pencapaian tujuan Expedisi Rinjani ini.
Team berangkat dari Cilacap pada tanggal 15.10.2010 pagi, start dari Gunung Simping dengan menggunakan Travello menuju ke Yogyakarta. Dan setelah sholat Jum’at di Yogya, Team meluncur ke Mataram dengan menggunakan Bus Safari Dharma Raya dan tiba di Mataram tanggal 16.10.2010 jam 17.00 WITA.
Di Mataram, team menginap di rumah Bpk. Kol. (Purn) Partijo ex Dandim Sumbawa dan keesokan harinya tanggal 17.10.2010 jam 06.00 WITA dengan menggunakan mobil carteran, team langsung menuju ke Base Camp pendakian di Sembalun Lawang, disana ada rumah penginapan sebagai tempat para pendaki dapat mempersiapkan perbekalan untuk pendakian ke Puncak Rinjani dari sini.
Setelah registrasi di gerbang pendakian Sembalun dengan membayar Rp. 2.500/orang, tepat jam 10.00 WITA, team mulai jalan kaki dengan tujuan Pelawangan Sembalun (2.902 m dpl) ( 8 jam berjalan kaki) dengan jalur yang sangat mengesankan untuk trail wisata yaitu padang savanna yang luas dengan sapi-sapi gemuk sedang makan rumput yang berjumlah ribuan dan jalurnya berliku-liku. Diperjalanan ini kami bermandikan peluh oleh teriknya matahari yang menyengat.
Tetapi dalam perjalanan ini turun hujan deras yang disertai badai, maka ditengah perjalanan Team berlindung di POS I Sembalun dan tertahan selama 2,5 jam.
Setelah hujan reda, team meneruskan penjalanan dengan menggunakan Jas Hujan untuk sampai di POS III jam 21.00 WITA dan berkemah disana dengan tidur bergiliran, karena banyak monyet yang bertaring, babi hutan, anjing dan Srigala sekitar kemah yang menurut Porter sering mengobarik-abrik ransel perbekalan pendaki yang sedang berkemah.
Pagi harinya tanggal 18.10.2010, setelah sarapan sambil mata sedikit was-was karena banyak monyet yang juga ingin sarapan bareng dengan kita, team melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelawangan Sembalun (2.902 m dpl) jam 11.00 WITA.
Sebelum sampai Pelawangan Sembalun ini, kami melewati tanjakan yang oleh pendaki sana di sebut "Tanjakan Penyesalan". Karena setiap kali menanjak akan terlihat ujung tanjakan, berarti tanjakan akan selesai. Tapi, ternyata ada tanjakan lagi, begitu terus berulang-ulang. Bagi yang tidak sabar pasti merasa kesal, makanya di sebut "Tanjakan Penyesalan".
Tiba di Pelawangan Sembalun, setelah menanggalkan beban ransel yang berat, logistic berikut tenda, dengan membawa bekal air secukupnya, team bersama turis manca negara lainnya (Perancis, Ukrania, Belanda dan Kanada) langsung menunju ke Puncak Rinjani yang normalnya dapat ditempuh selama 3 jam.
Pemandangan sepanjang jalan menuju puncak bagus sekali, di sebalah kiri kita bisa menyaksikan Desa Sembalun Lawang, dan di sebelah kanan Danau Segara Anak yang ditengahnya ada anak Gn. Rinjani yang di sebut Gunung Barujari (2.376 m dpl)
Tetapi diperjalanan ke puncak ini, kami terkendala cuaca buruk, kabut yang sangat tebal dengan jarak pandang yang terbatas serta ada anggota team yang kram kakinya, maka diputuskan team kembali ke Pelawangan Sembalun untuk berkemah sambil mengatur strategi pendakian ke Puncak Rinjani.
Pada tanggal 19.10.2010 dini hari, diputuskan team dibagi dua :
Team I berjumlah 5 orang Patrapala dan turis asing berangkat menuju Puncak dan
Team II berjumlah 2 orang Patrapala turis lainnya standby di kemah sambil mempersiapkan sarapan, packaging tenda serta mengahalau hewan liar disekitar kemah.
Tepat jam 02.30 WITA, Team I mulai melakukan pendakian melewati jalan berbatu dan kerikil, jadi kami harus extra hati hati, bisa-bisa tergelincir karena sepanjang jalan disebelah kanan-kiri curam. Kemudian ketemu jalur berpasir dengan istilah tersendiri yaitu dengan sebutan three off one yaitu tiga langkah naik, kemudian 1 langkah melorot kebawah, karena pasirnya bercampur kerikil yang halus sehingga kalau jejak kaki kurang kuat, maka kaki akan melorot kebawah dan sepatu sering kemasukan pasir.
Dengan perjuangan yang berat, akhirnya tepat jam 06.00 WITA team sampai di Puncak Gunung Rinjani dengan mengibarkan bendera Merah Putih, PERTAMINA dan PATRAPALA sambil memandang indahnya selat Alas, Gunung Agung Bali dan Pulau Sumbawa dari kejauhan (sambil ber-photo-photo tentunya)
Setelah beristirahat sejenak sembari berphoto kayak model/artis, dengan menikmati panorama alam dan berbangga diri telah menginjakkan kaki disalah satu kaki langit tertinggi no 3 di Indonesia ini, serta menimbulkan rasa kekaguman akan ciptaan Tuhan, dengan semakin teriknya matahari, dan dirasa cukup puas, team langsung turun menuju perkemahan di Pelawangan Sembalun dan bersuka cita dengan team II sambil dengan lahapnya menyantap sarapan pagi yang tertunda......(to be continued)
Setelah beristirahat sebentar di Pelawangan Sembalum. sekitar jam 11.30 WITA, Team Patrapala melanjutkan perjalanan menuju ke Danau Segara Anak (2.010 m dpl) yang ditempuh dengan waktu normal selama 3 jam dengan kondisi jalan turunan berbatu, terjal dan curam dan perlu extra hati-hati, Kalau perlu merambat dan merangkak untuk sampai ke bawah. Kadang harus berpegangan pada akar-akar yang menjuntai di bibir tebing agar tak terjatuh. Terus terang kami hanya geleng kepala melihat rute yang curam. Semoga saja tak memakan korban jiwa.
Perlu diketahui air Danau Segara Anak yang biru ini banyak mengandung belerang, jadi tidak enak untuk diminum, tapi di danau ini banyak sekali ikannya (ikan Mujair dan ikan Harper). Bibit ikan ini sengaja ditebarkan di sana dan sekarang ikannya cukup besar-besar. Banyak pendaki serta turis yang memancing dan mandi di danau yang tenang ini, sungguh sangat mengasyikan setelah menempuh perjalanan yang melelahkan.
Team tiba di Danau Segara Anak pada jam 15.00 WITA, dan Porter langsung bergerak dengan mendirikan tenda serta masak air panas untuk buat kopi, anggota team lainnya mempersiapkan alat pancing dan mandi sepuas-puasnya (2 hari tidak mandi….bau? Nggak juga….udah biasa.) sambil memandang gunung Barujari di tengah danau yang tahun lalu sempat batuk sambil menyemburkan larvanya. Di sekitar Danau kita juga dapat melihat beberapa buah gua dengan sumber-sumber air belerang yang biasanya digunakan masyarakat untuk mencuci senjata-senjata pusaka seperti keris, tombak dan kelewang.
Pada saat Team Patrapala berada di Danau Segara Anak ini, juga sedang berlangsung upacara keagamaan umat Hindu yaitu sembahyangan pada bulan Purnama untuk menghormati Dewi Anjani yaitu Ratu jin penguasa Gunung Rinjani yang berparas cantik keturunan Raja Selaparang yang konon lahir dari perkawinan suku Sasak dan Jin, yaitu dengan berdo’a dan melarungkan ikan mas ke tengah danau (maksudnya emas tipis berbentuk ikan-ikanan..kalo ada yang mau menyelam untuk ambil….coba aja, karena selain dalamnya sekitar 200 m..…airnya dingiiiinnnn).
Dan malamnya, sambil sesekali mendengarkan pujian-pujian dari umat Hindu yang sedang berdo’a, di sudut danau lainnya kami menyalakan api unggun, bersenda gurau dan membicarakan skenario perjalanan esok hari sambil menyantap ikan hasil pancingan dengan diterangi bulan yang hampir penuh purnamanya. Dan tanpa terasa malam semakin larut, satu-persatu kami masuk tenda untuk mulai lomba “suara gergaji” antar peserta.
Pada tanggal 20.10.2010, setelah sarapan dan puas berphoto-photo dengan berbagai pose, jam 08.00 WITA, Team melanjutkan perjalanan menuju Base Camp Senaru yang normalnya ditempuh selama 12 jam berjalan kaki.
Kemudian dari Danau Segara Anak (2.010 m dpl), team selanjutnya mulai berjalan lagi dengan mendaki Gunung Senkereang Jaya (2.902 m dpl) dengan jalur yang sangat terjal dan curam dengan sesekali merayap dinding gunung hingga sampai di Pelawangan Senaru (2.641 m dpl) jam 11.00 WITA untuk beristirahat sejenak di POS CEMARA sambil mengawasi tingkah polah monyet dan anjing disana serta mengambil air minum dimata air dekat pos untuk bekal perjalanan selanjutnya.
Pada saat menuruni Gunung Senkereang Jaya di POS III Senaru, kami bertemu turis dari Belgia yang berprofesi sebagai lawyer dan beberapa turis manca negara lainnya dalam kondisi cuaca hujan lebat yang mengguyur perjalanan kami. Dan setelah berdiskusi, Team yang terbagi dua tetap melanjutkan pejalanan dengan mengenakan Jas Hujan sampai di POS II Senaru dan mengambil air minum dialiran sungai dekat POS II (airnya bersih, alami dan segeeeeer)
Dalam perjalanan dari POS II menuju Base Camp Senaru ini, bulu kuduk team sempat merinding dan kaki terasa berat untuk melangkah, karena selain sudah agak gelap juga banyak pohon besar yang bertumbangan dengan posisi yang tidak lazim dengan akar-akar yang besar dan suara-suara hewan liar diperjalanan yang membuat kami terkaget-kaget (Alhamdulillah….nggak ada penampakan hanya suara-suara yang………..???), namun kami terus berzikir sambil mengingat Asma Allah SWT, dan akhirnya tepat jam 19.00 WITA sampailah team kami di Gerbang Senaru Jebak Gawah (disini ada warung yang jual minuman dan teh hangat…legaaaa sekali) dan setelah selesai minum teh hangat, badan kami terasa segaaaaar dan memacu semangat baru (tadinya kuyuuu banget), team melanjutkan lagi berjalan kaki selama 1½ jam hingga sampai di Base Camp Senaru untuk beristirahat disana sambil menunggu kedatangan anggota team lainnya untuk berbagi cerita selama perjalanan.
Expedisi Rinjani yang merupakan Gunung no 3 tertinggi di Indonseia ini merupakan perjalanan yang tak terlupakan bagi team Patrapala dan oleh pendaki lainnya dikatakan bahwa pendakian Gunung Rinjani adalah five star trekking (pendakian bintang lima) dengan jalur pendakian yang sangat menantang adrenalin dan mental kami sebagai pencinta alam.
Banyak cerita yang didapat dalam perjalanan ini, baik cerita yang seram, lucu, kesal, capek maupun senang yang akan kami tuangkan dalam bentuk photo-photo (sebentar lagi diupload di SIMOPS) dan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk perbaikan /penyempurnaan misi program selanjutnya.
Dan pada kesempatan ini juga, saya mewakili team Expedisi Rinjani 2010 – PATRAPALA mengucapkan terima kasih ke GM RU IV, Manager General Affair dan Ketua BAPOR RU IV yang telah memberikan dukungan moril dan fasilitas hingga tercapainya tujuan misi Expedisi Rinjani ini.
Untuk rekan lainnya, jika ada yang berkeinginan untuk mendaki Gunung Rinjani, disarankan agar dari jauh hari dapat mempersiapkan perencanaan dengan matang, baik fisik, financial dan mental yang kuat.
Bravo Patrapala…Go There
www.patrapala.blogspot.com